Pantauan Espos di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo menuju simpang lima, arus kendaraan tidak bisa lancar lantaran lebaran jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang lewat. Espos watchlist in Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo to the intersection of five, the current vehicle could not smoothly because Lebaran way not comparable to the number of vehicles passing by. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan hingga 200 meter lebih. As a result, there was accumulation of vehicles up to 200 meters more. Hal yang sama juga terlihat di simpang lima di mana sejumlah petugas kepolisian akhirnya tidak memfungsikan traffic light untuk menghindari kemacetan. The same is seen in the intersection of five in which a number of police officers finally enable traffic lights to avoid congestion.
Tumpukan kendaraan lebih panjang sehingga mengakibatkan kemacetan terjadi di Kartasura menuju serta dari arah Yogyakarta–Solo maupun Semarang–Solo, Senin (21/9) siang. Longer vehicle pile resulting congestion occurs in Kartasura to and from the Yogyakarta-Solo and Semarang, Solo, Monday (21 / 9) afternoon. Panjangnya antrean kendaraan di wilayah simpang empat Kartasura, misalnya, diperparah dengan pertemuan kendaraan dari arah utara dan selatan. The length of the queue of vehicles in the intersection of four Kartasura, for example, made worse by vehicles meeting of the north and south.
Beberapa kali kendaraan berpapasan di tengah jalan sehingga membuat salah satunya harus mengalah. Several times a vehicle passing in the middle of the road, making one to beat. Sejumlah petugas kepolisian yang disiagakan hari itu nampak kewalahan lantaran begitu padatnya arus lalu lintas. Some police officers are on alert that day seemed overwhelmed because so dense traffic.
Koordinator pos pengamanan (Pospam) III perempatan Kartasura, Iptu Drajad Sumarsono menjelaskan, kepadatan lalu lintas di hari itu dimulai sejak pagi hari kurang lebih pukul 10.00 WIB. Coordinator of the security post (Pospam) III quarter Kartasura, Drajad Iptu Sumarsono explained, the density of traffic on that day since morning begins approximately at 10:00 am. “Lalu lintas diwarnai dengan menumpuknya kendaraan meski tidak sampai mengakibatkan kemacetan,” jelasnya. "The traffic characterized by stacking of vehicles but not to cause congestion," he explained. Tumpukan kendaraan, imbuh dia, hanya mengakibatkan panjangnya antrean serta lebih lambannya kendaraan berjalan. Piles of vehicles, he added, only resulted in long queues and more sluggish vehicles running.
Mencegah agar jangan sampai terjadi kemacetan, ditambahkan Drajad, pihaknya terpaksa tidak mengaktifkan traffic light. Not to prevent congestion, added Drajad, it had no traffic light switch. Pasalnya, jarak tanda merah, dengan hijau tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang lewat di jalan. Because the distances marked in red, with green does not comparable to the number of vehicles passing on the street.
“Ketika merah menyala misalnya, otomatis kendaraan harus berhenti. "When the red light for example, automatic vehicle must stop. Nah, lampu hijau menyala, belum lagi kendaraan berjalan, lampunya sudah berganti merah lagi. Well, the green light, not to mention the vehicle running, the lights had turned red again. Kalau aturan traffic light kami terapkan, bisa dipastikan akan terjadi kemacetan total menuju dan dari arah Yogyakarta, Jakarta maupun Semarang,” ujarnya. If the rules we apply traffic light, could certainly be a total congestion to and from the direction of Yogyakarta, Jakarta and Semarang, "he said.
Sementara itu Koordinator Pospam Songgorunggi, Iptu Supardi menjelaskan, volume kendaraan di hari itu lebih meningkat dibanding hari sebelumnya. Meanwhile Pospam Songgorunggi Coordinator, Iptu Supardi explained, the volume of vehicles on the day it is more increased than the previous day. Meski demikian, peningkatan kendaraan tidak sampai menimbulkan penumpukan apalagi kemacetan. However, the increase in vehicles not to cause much less traffic congestion.
“Seperti hari-hari sebelumnya, kendaraan yang lewat didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. "Like the previous days, the vehicle is dominated by motorcycles and private cars. Kalau untuk bus, jumlahnya sudah mulai berkurang,” tandasnya. If for the bus, the numbers have started to decrease, "he said.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar